CP dan ATP Kurikulum Merdeka: Pengertian, Fungsi, dan Cara Mencarinya
Bagi guru, memahami Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) sangat penting karena keduanya menjadi bagian dari proses merancang pembelajaran agar tujuan yang ingin dicapai peserta didik dapat disusun secara sistematis.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menyediakan referensi CP dan contoh ATP yang dapat digunakan oleh guru melalui laman resmi Ruang GTK.
Apa Itu Capaian Pembelajaran (CP)?
Capaian Pembelajaran (CP) adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada akhir setiap fase.
CP memberikan gambaran mengenai kemampuan yang diharapkan dimiliki peserta didik setelah menyelesaikan suatu fase pembelajaran.
Berbeda dengan pembelajaran yang hanya berfokus pada materi yang harus disampaikan guru, CP lebih menekankan pada kompetensi yang perlu dimiliki peserta didik.
Dalam perencanaan pembelajaran, CP masih bersifat umum. Oleh karena itu, CP perlu dianalisis dan diuraikan menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih konkret dan dapat dicapai secara bertahap oleh peserta didik.
Apa Itu Fase dalam Kurikulum Merdeka?
Salah satu hal yang perlu dipahami ketika mencari CP adalah fase pembelajaran.
Kurikulum menggunakan fase untuk menggambarkan rentang perkembangan pembelajaran peserta didik.
Pada jenjang SD, secara umum terdapat:
Fase A untuk kelas 1 dan 2
Fase B untuk kelas 3 dan 4
Fase C untuk kelas 5 dan 6
Artinya, CP tidak selalu dituliskan secara terpisah untuk setiap kelas. CP dirancang berdasarkan fase, kemudian guru dapat mengembangkan tujuan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
Pembagian tujuan pembelajaran ke dalam kelas dapat disesuaikan oleh pendidik berdasarkan kondisi dan kebutuhan peserta didik di satuan pendidikan.
Apa Itu Tujuan Pembelajaran (TP)?
Setelah memahami CP, guru dapat merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP).
TP merupakan tujuan yang lebih konkret yang ingin dicapai peserta didik dalam proses pembelajaran.
Sederhananya:
CP = kemampuan besar yang harus dicapai pada akhir fase.
TP = kemampuan yang dicapai secara bertahap untuk menuju CP.
Contohnya, apabila CP menargetkan peserta didik mampu memahami konsep tertentu, guru dapat memecahnya menjadi beberapa tujuan pembelajaran yang lebih spesifik.
Dengan cara tersebut, pencapaian CP dapat dilakukan secara bertahap dan sistematis.
Apa Itu Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)?
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan logis dalam satu fase untuk membantu peserta didik mencapai Capaian Pembelajaran.
Jika CP diibaratkan sebagai tujuan akhir perjalanan, maka ATP dapat diibaratkan sebagai rute perjalanan untuk mencapai tujuan tersebut.
Contohnya:
CP → Tujuan Pembelajaran → Tujuan Pembelajaran → Tujuan Pembelajaran → CP tercapai
ATP membantu guru mengetahui urutan tujuan pembelajaran sehingga pembelajaran tidak berjalan secara acak.
Dalam penyusunannya, tujuan pembelajaran dapat diurutkan berdasarkan beberapa pertimbangan, misalnya dari konsep yang konkret menuju abstrak, dari yang mudah menuju lebih sulit, secara hierarkis, prosedural, atau menggunakan pendekatan scaffolding.
Hubungan CP, TP, dan ATP
Ketiganya dapat digambarkan secara sederhana sebagai berikut:
Dengan demikian, CP, TP, dan ATP bukanlah dokumen yang berdiri sendiri.
Ketiganya saling berhubungan dalam membantu guru merancang pembelajaran.
Apa Fungsi CP bagi Guru?
CP membantu guru memahami kompetensi yang harus dicapai peserta didik pada akhir fase.
Dengan memahami CP, guru dapat:
Mengetahui kompetensi yang menjadi target pembelajaran.
Menganalisis kemampuan dan lingkup materi yang terdapat dalam CP.
Merumuskan tujuan pembelajaran.
Menyusun alur tujuan pembelajaran.
Merancang kegiatan pembelajaran.
Menentukan asesmen yang sesuai.
Karena CP merupakan target pada akhir fase, guru perlu melihat CP secara utuh, bukan hanya mengambil satu bagian kalimatnya. Panduan resmi perencanaan pembelajaran juga menekankan pentingnya memahami rasional, tujuan, karakteristik, dan capaian pembelajaran pada setiap mata pelajaran.
Apa Fungsi ATP bagi Guru?
ATP membantu guru menyusun perjalanan pembelajaran secara lebih terarah.
Dengan adanya ATP, guru dapat melihat:
Tujuan pembelajaran yang harus dicapai.
Urutan tujuan pembelajaran.
Hubungan antara satu tujuan dengan tujuan berikutnya.
Materi dan kompetensi yang perlu dikembangkan.
Perkiraan waktu pembelajaran.
Dasar untuk merancang pembelajaran dan asesmen.
ATP juga dapat disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan satuan pendidikan.
Artinya, guru tidak harus sekadar menyalin contoh ATP yang tersedia. Contoh yang disediakan pemerintah dapat menjadi inspirasi dan referensi dalam mengembangkan perencanaan pembelajaran.
Di Mana Guru Bisa Mencari CP dan ATP?
Kemendikdasmen menyediakan laman khusus yang memuat referensi Capaian Pembelajaran dan inspirasi Alur Tujuan Pembelajaran.
Guru dapat memilih referensi berdasarkan mata pelajaran, jenjang, dan kebutuhan pembelajaran.
Laman resmi tersebut dapat diakses melalui:
🔗 Cari CP dan ATP Resmi Kemendikdasmen
https://guru.kemendikdasmen.go.id/kurikulum/referensi-penerapan/capaian-pembelajaran/
Pada laman tersebut tersedia pilihan untuk menemukan Capaian Pembelajaran berdasarkan mata pelajaran serta inspirasi Alur Tujuan Pembelajaran yang telah dikurasi Kemendikdasmen.
Bagaimana Cara Mencari CP?
Secara umum, guru dapat melakukan langkah berikut:
1. Buka laman CP & ATP Kemendikdasmen
Masuk ke laman resmi:
2. Pilih jenjang pendidikan
Pilih jenjang sesuai dengan satuan pendidikan, misalnya SD.
3. Pilih mata pelajaran
Pilih mata pelajaran yang ingin dicari.
4. Pilih fase yang sesuai
Untuk SD, guru dapat menyesuaikan dengan Fase A, B, atau C.
5. Pelajari CP secara keseluruhan
Jangan hanya melihat bagian akhir CP. Perhatikan juga rasional, tujuan, karakteristik mata pelajaran, serta kompetensi yang ingin dikembangkan.
Apakah Guru Harus Membuat ATP dari Nol?
Tidak selalu.
Guru dapat mengembangkan ATP secara mandiri, mengembangkan berdasarkan contoh yang tersedia, atau menggunakan contoh yang disediakan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan satuan pendidikan.
Hal yang paling penting adalah ATP tersebut dapat membantu pembelajaran berjalan terarah dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Dengan demikian, guru tidak perlu menganggap ATP sebagai sekadar dokumen administrasi.
ATP seharusnya menjadi alat bantu untuk merencanakan perjalanan pembelajaran peserta didik.
CP dan ATP Bukan Sekadar Administrasi
Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah CP dan ATP jangan sampai hanya dibuat untuk memenuhi kebutuhan administrasi.
Dokumen tersebut seharusnya benar-benar digunakan untuk membantu guru menjawab pertanyaan:
“Apa yang harus dicapai siswa?”
“Bagaimana tahapan untuk mencapainya?”
“Bagaimana saya mengetahui siswa sudah mencapai tujuan tersebut?”
Dari pertanyaan tersebut, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih terarah, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Contoh Sederhana Hubungan CP dan ATP
Bayangkan seorang guru ingin mengajak siswa melakukan perjalanan.
CP adalah tujuan akhir.
Misalnya:
Siswa mampu mencapai kompetensi yang ditargetkan pada akhir fase.
Kemudian guru menentukan beberapa tujuan pembelajaran:
TP 1 → TP 2 → TP 3 → TP 4 → TP 5
Rangkaian tersebut kemudian menjadi ATP.
Setelah ATP tersusun, guru dapat menentukan kegiatan pembelajaran, media, metode, serta asesmen yang sesuai.
Dengan demikian, proses pembelajaran memiliki arah yang jelas.
Kesimpulan
Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) merupakan bagian penting dalam perencanaan pembelajaran.
CP menggambarkan kompetensi yang perlu dicapai peserta didik pada akhir fase.
TP merupakan tujuan yang lebih konkret dan bertahap untuk membantu peserta didik mencapai CP.
Sementara ATP merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan logis sehingga perjalanan pembelajaran menjadi lebih terarah.
Guru tidak perlu memandang CP dan ATP hanya sebagai administrasi pembelajaran. Keduanya dapat menjadi peta bagi guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Untuk mendapatkan referensi resmi, guru dapat mengakses laman CP & ATP Kemendikdasmen berikut:
Dengan memahami CP, merumuskan TP, dan menyusun ATP secara tepat, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih terarah, sistematis, dan bermakna bagi peserta didik.

No comments:
Post a Comment